Anda harus mengaktifkan JavaScript untuk menggunakan tema ini.

FOGGING RUTIN DI DESA PANDAK BANDUNG: UPAYA EFEKTIF DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT MENULAR (DBD)

I GEDE KARTANA YASA 16 Mei 2023 Dibaca 807 Kali
FOGGING RUTIN DI DESA PANDAK BANDUNG: UPAYA EFEKTIF DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT MENULAR (DBD)

Desa Pandak Bandung, telah menerapkan fogging rutin sebagai salah satu upaya utama dalam menjaga kesehatan masyarakat dan mengendalikan penyakit menular yang dapat tersebar melalui nyamuk, seperti demam berdarah dan demam chikungunya. Fogging adalah metode penyemprotan kabut yang efektif untuk membunuh nyamuk dewasa yang menjadi vektor penyakit.

Mengapa Fogging Rutin Diperlukan?

  1. Pencegahan Penyakit Menular: Penyakit menular yang ditularkan oleh nyamuk seperti demam berdarah dan chikungunya dapat menyebar dengan cepat jika tidak dikendalikan. Fogging rutin adalah cara efektif untuk mengurangi populasi nyamuk yang bertanggung jawab atas penularan penyakit ini.

  2. Perlindungan Kesehatan Masyarakat: Masyarakat Desa Pandak Bandung, terutama anak-anak dan orang tua, rentan terhadap penyakit menular. Fogging membantu melindungi mereka dari potensi bahaya penyakit yang bisa mengancam nyawa.

  3. Peningkatan Kualitas Hidup: Fogging juga berdampak positif pada kualitas hidup. Dengan mengurangi risiko penyakit menular, masyarakat dapat hidup dengan lebih tenang dan produktif.

 
 
<button class="cursor-pointer absolute right-6 bottom-[124px] md:bottom-[180px] lg:bottom-[120px] z-10 rounded-full border border-gray-200 bg-gray-50 text-gray-600 dark:border-white/10 dark:bg-white/10 dark:text-gray-200"></button>
<form class="stretch mx-2 flex flex-row gap-3 last:mb-2 md:mx-4 md:last:mb-6 lg:mx-auto lg:max-w-2xl xl:max-w-3xl">
 
</form>

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA
Transparansi Publik

Anggaran Desa

Keterbukaan pengelolaan keuangan untuk masyarakat

51.9% Realisasi

APBD 2026 Pelaksanaan

Rp 3.052.103.883,92 Rp 1.585.492.651,44
Pendapatan 56.97%
Realisasi: Rp 796.670.865,48 Anggaran: Rp 1.398.491.000,00
Belanja 42.35%
Realisasi: Rp 646.260.844,00 Anggaran: Rp 1.526.051.941,96
Pembiayaan 111.76%
Realisasi: Rp 142.560.941,96 Anggaran: Rp 127.560.941,96
57% Realisasi

APBD 2026 Pendapatan

Rp 1.398.491.000,00 Rp 796.670.865,48
Hasil Usaha Desa 100%
Realisasi: Rp 33.469.000,00 Anggaran: Rp 33.469.000,00
Dana Desa 100%
Realisasi: Rp 291.680.000,00 Anggaran: Rp 291.680.000,00
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi 19.04%
Realisasi: Rp 60.206.000,00 Anggaran: Rp 316.286.000,00
Alokasi Dana Desa 58.24%
Realisasi: Rp 323.400.000,00 Anggaran: Rp 555.256.000,00
Bantuan Keuangan Provinsi 40%
Realisasi: Rp 30.000.000,00 Anggaran: Rp 75.000.000,00
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota 46.06%
Realisasi: Rp 56.100.000,00 Anggaran: Rp 121.800.000,00
Bunga Bank 36.32%
Realisasi: Rp 1.815.865,48 Anggaran: Rp 5.000.000,00
42.3% Realisasi

APBD 2026 Pembelanjaan

Rp 1.526.051.941,96 Rp 646.260.844,00
Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa 48.36%
Realisasi: Rp 487.505.944,00 Anggaran: Rp 1.008.172.548,82
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa 43.11%
Realisasi: Rp 147.721.900,00 Anggaran: Rp 342.656.887,51
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa 5.99%
Realisasi: Rp 6.833.000,00 Anggaran: Rp 114.022.505,63
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 54.000.000,00
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa 58.33%
Realisasi: Rp 4.200.000,00 Anggaran: Rp 7.200.000,00